Apa kesan anda tentang blog ini ?

Selasa, 05 Januari 2016

wonderful Place :)


Indahnya Kaliurang

Pada awal abad ke-19, sejumlah ahli geologi Belanda yang tinggal di Yogyakarta, bermaksud mencari tempat peristirahatan bagi keluarganya. Mereka menyusuri kawasan utara yang merupakan dataran tinggi. Sesampainya di Kaliurang yang berada di ketinggian 900 meter dari permukaan laut, para "meneer" tersebut terpesona dengan keindahan dan kesejukan alam di kaki gunung itu. Mereka akhirnya membangun bungalow-bungalow dan memutuskan kawasan itu sebagai tempat peristirahatan mereka.
Perjalanan menuju kaliurang dari arah Jogja akan mengingatkan kita pada lukisan pemandangan saat masih di taman kanak-kanak. Sebuah gunung dengan jalan di tengahnya serta hamparan hijau yang membentang di kedua sisinya dihiasi dengan rumah penduduk, akan menghilangkan penat dalam bingkai lukisan alam.
Diselimuti angin yang berhembus sejuk, bahkan di saat mentari tepat di atas kepala, kesejukan itu masih terasa. Udara yang menari melewati pepohonan dan turun dengan gemulai, memberi rasa segar ketika menerpa tubuh.
Pemandangan Gunung Merapi memberi sensasi tersendiri di kawasan ini. Bagaikan seorang gadis desa yang menutup tabirnya bila sengaja diperhatikan, gunung ini akan tertutup kabut seolah malu bila sengaja datang untuk melihatnya.
Menyusur sisi barat Bukit Plawangan sejauh 1100 meter, menempuh perjalanan lintas alam, melalui jalan tanah yang diapit pepohonan dan lereng rimbun, deretan 22 gua peninggalan Jepang menjadi salah satu keunikan wisata alam Kaliurang.
Di samping keindahan alamnya, Kaliurang juga mempunyai beberapa bangunan peninggalan sejarah. Diantaranya adalah Wisma Kaliurang dan Pesangrahan Dalem Ngeksigondo milik Kraton yang pernah dipakai sebagai tempat berlangsungnya Komisi Tiga Negara. Atau Museum Ullen Sentalu yang sebagian bangunannya berada di bawah tanah. Museum ini menguak misteri kebudayaan dan nilai-nilai sejarah Jawa, terutama yang berhubungan dengan putri Kraton Yogyakarta dan Surakarta pada abad ke-19.

Senin, 04 Januari 2016

Blue Lagoon Sleman


Sudah sejak berpuluh-puluh tahun silam, warga Desa Dalem, Widodomartani hidup berkelimpahan air. Tiga buah mata air yang tak pernah kering menjadi tumpuan hidup mereka, Sendang Wadon (putri), Belik Kluwih dan Sendang Lanang (putra). Ketiga sendang tersebut berada di daerah aliran Kali Tepus. Sendang Wadon yang merupakan tempat pemandian para wanita, berada di dalam sebuah bilik dan berupa kolam kecil. Sementara itu, Belik Kluwih dan Sendang Lanang hadir dalam bentuk pancuran dengan air yang berasal dari dinding tepi kali. Air Belik Kluwih berkumpul dan membentuk sebuah kedung, sementara itu Sendang Lanang membentuk kolam kecil. Kedung inilah yang akhirnya dijuluki sebagai Blue Lagoon.
Sebetulnya, nama resmi pemandian ini adalah Pemandian Tirta Budi. Namun, anak-anak muda sudah terlanjur mengenalnya dengan nama Blue Lagoon lantaran airnya yang jernih dan biru. Meskipun mungil dan jauh berbeda dengan Blue Lagoon yang ada di Iceland, pemandian ini tetap saja unik dan mampu menarik perhatian banyak orang. Sehingga tak heran bila pemandian ini jadi kondang seantero Jogja dan ramai dikunjungi terutama ketika akhir pekan dan hari libur.
Untuk mencapai Pemandian Tirta Budi ini tidaklah sulit. Jika kita datang dari arah Jogja kota, langsung saja arahkan kendaraan ke Jalan Kaliurang. Sesampainya di kilometer 13, kita akan menemukan pertigaan Jalan Raya Besi-Jangkang di sebelah kanan jalan. Belok dan ikuti saja jalan raya ini hingga sampai di Pasar Jangkang. Dari pertigaan Pasar Jangkang, ambil arah kanan sekitar 100 meter dan ikuti petunjuk arahnya. Maka kita akan sampai di Blue Lagoon ini.

Gudeg Khas Yogyakarta

Gudeg adalah makanan daerah Yogyakarta dan Jawa tengah yang terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan santan. Perlu waktu berjam-jam untuk membuat masakan ini. Warna coklat biasanya dihasilkan oleh daun jati yang dimasak bersamaan. Gudeg dimakan dengan nasi dan disajikan dengan kuah santan kental (areh), ayam kampung, telur, tahu dan sambal goreng krecek. Ada berbagai varian gudeg, antara lain: * Gudeg kering, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh kental, jauh lebih kental daripada santan pada masakan padang. * Gudeg basah, yaitu gudeg yang disajikan dengan areh encer. * Gudeg Solo, yaitu gudeg yang arehnya berwarna putih. ( wikipedia.org/wiki/gudeg ) Makanan yang satu ini tidak luput dari ciri khas kota YOgyakarta sebagai kota Gudeg, karena hampir di setiap sudut kota Yogyakarta pada malam atau pagi hari banyak orang berjualan gudeg. Ada beberapa Gudeg yang bisa menjadi referensi anda untuk makan malam. Gudeg Bu Citro terletak dekat dengan Bandara Internasional Adisucipto. Gudeg wijilan letaknya dekat plengkung Gading Alun Alun Utara Kraton Yogyakarta, disini banyak berjejer warung gudeg yang semua rata rata rame pengunjung. Gudeg Batas Kota, biasanya buka mulai jam 9 malam sampai dini hari. Gudeg Jl Solo kebanyakan buka saat toko toko sudah tutup, terletak sepanjang Jl urip Sumoharjo. Gudeg Permata, terletak dekat jembatan Sayidan biasa buka di waktu sore sampai dini hari.

Minggu, 03 Januari 2016

Kebudayaan Merti Desa


Pernah mendengar kata merti desa? Suatu upacara adat yang mungkin tak asing bagi kita. Dimana Tradisi yang untuk saat ini masih terus lestari tak hanya menentramkan hati, namun juga memberikan kebanggaan atas ragam kekayaan budaya di negeri ini. Sebuah tradisi yang perlu dilestarikan, larena semakin kekinian, tradisi ini mulai di tinggalkan, acara ini masih tetap berlangsung, walaupuntidak banyak lagi yang melakukannya, khususnya di seputar Yogyakarta. Merti desa, sering disebut juga bersih desa, hakikatnya adalah simbol rasa syukur masyarakat kepada Yang Maha Kuasa atas limpahan karunia yang diberikan-Nya. Karunia tersebut bisa berujud apa saja, seperti kelimpahan rezeki, keselamatan, serta ketentraman dan keselarasan hidup. Bahkan orang Jawa percaya, ketika sedang dilanda duka dan tertimpa musibah pun, masih banyak hal yang pantas disyukuri. Masih ada hikmah dan pelajaran positif yang dapat dipetik dari terjadinya sebuah petaka. Di samping itu, rasa syukur juga bisa menjadi pelipur sekaligus sugesti yang menghadirkan ketenangan jiwa. Merti desa biasanya dilakukan pada bulan bulan tertentu, dalamm kalender jawa. Di dusun Jetis, Sidoagung, Godean, Sleman belum lama ini, tepatnya tanggal 27 Desember 2013 mengadakan Merti Desa. Yang di ikuti oleh seluruh warga di dusun Jetis. Baik muda ataupun yang sudah berumur. Dalam Meti Desa peran masyarakat dalam partisipasinya sangat menentukan proses dan kelestarian budaya ini. Karena secara langsung mereka melakukan kontak langsung dengan melaksanakan merti desa. Acara dalam merti desa antara lain adanya arak-arakan yang akan diikuti oleh masyarakat. Ini adalh acara yangt sangat di tunggu oleh masyarakat sekitar. Dimana semua lapisan masyarakat menjadi satu, bermpadu dalam satu rombongan. Berjalan hingga sejauh 5 km. Dari padukuhan Jetis ke kecamatan Godean. Dalam rombongan arak-arakan ini terdapat macam-macam oragan, atau segmen. Ada penari jaipong, buto, pembawa patung raksasa, gunungan, petani-petani, serta rombongan anak-anak dari TK Nurul Iman yang berlokasi di dusun Jetis. Makna dari merti desa yang di lakukan di padukuhan jetis ini menurut Bapak Sumarjono, S.H selaku kepala desa Sidoagung yaitu ungkapan rasa syukur, ungkapan pengharapan, dan ungkapan persaudaraan. Dimana rasa syukur itu di tujukan kepada Tuhan YME, yang telah memberikan begitu banyak limpahan rejeki selama tahun 2013 ini. Ungkapan pengharapan yang tersirat dalam kegiatan Budaya ini yaitu akan adanya kebaikan yang lebih di waktu-waktu mendatang dan perginya hal-hal buruk yang masih menaungi masyarakat dusun jetis ini, yang di simbolkan patung buto ijo. Lalu ungkapan persaudaraan yang di maksudkan oleh masyarakat jetis yaitu adanya gotong royong, saling toleran, guyup rukun antar masyarakat dusun jetis sendiri. Acara merti desa ini mempunyai beberapa tahap. Yang pertama iyalah pengumpulan makanan berupa sego gurih yang di kumpulkan di dalam masjid. Lalu oleh pemuka adat setempat di-doani , lalu di bawa dengan menggunakan tandu yang terbuat dari bambu dan berhiaskan daun kelapa muda atau janur. Lalu diarak menuju kecamatan Godean bersama dengan arak-arakan yajng lain. Seperti buto ijo, dan gunungan. Arak-arakan sepanjang 100 meter, yang di ikuti oleh ±225 warga menjadi sebuah tonotnan tersendiri. Suara gamelan, alat musik tradisionalm drumband, menjadi sangat indah dan menymbolkan banyaknya kebudayaan di Indonesia. Di pengujung acara, sedekah yang diujudkan dalam bentuk gunungan berikut sesajian dan beragam ubo rampe itu akan dibagikan kepada seluruh warga desa serta siapa pun yang hadir. Kadang, prosesi pembagian sedekah ini sengaja dilakukan dengan cara diperebutkan, sehingga menghadirkan atraksi yang begitu meriah sebagaimana yang berlangsung dalam Upacara Garebeg. Lalu pada malam harinya diadakan tonotnan wayang untuk dinikmati warga dusun jetis dan sekitarnya, bertempat di depan rumah perangkat desa setempat (Dukuh). Selama satu malam suntuk. Acara ini bukan hanya sebagai simbolisasi tradisi, melainkan pengenalan budaya kepada masyarakat dan anak muda. Sehingga kebudayaan ini tetap lestari dan tetao menjadi bagian dari kebudayaan nasional (Bapak sumardjo, wawancara ketua panitia merti desa jetis, 27 desember 2013 pukul 20:10). Selain untuk pengenalan, acara merti desa seperti ini juga bermanfaat bagi warga itu sendiri, dengan adanya wayangan maka akan ada masyarakat dusun sekitar yang ikut menonton, sehingga bisa membuka lapangan bisnis untuk warga itu sendiri. Selain menjadi perujudan rasa syukur, upacara merti desa acapkali juga terkait dengan ritual penghormatan kepada leluhur, sehingga menghadirkan berbagai ritual simbolik terkait dengan tokoh dan riwayat yang diyakini menjadi cikal bakal keberadaannya. Semuanya dilakukan dengan tetap memanjatkan doa dan permohonan kepada Yang Maha Kuasa demi keselamatan, ketentraman, kesejahteraan dan keselarasan hidup seluruh warga desa. Silaturahmi, guyub, rukun, gotong royong, kebersamaan, keakraban, tepa selira dan harmonis adalah sebagian dari sederetan kosakata yang begitu tepat dan saling menjalin makna saat menggambarkan bagaimana suasana yang terpancar dari berlangsungnya tradisi merti desa. Hendaknya sangat perlu bagi kita sebagai generasi yang sekarang sudah mulai mapan, untuk tetap melangsungkan adat dan istiadat nenek moyang kita, dengan prespektif tetap menyembah dan meminta kepada-Nya. Karena jika kita tidak mulai menahan, memperkuat kebuadayaan kita sendiri, maka lambat laun tidak ada lagi upacara adat yang bernama Merti Desa.

Gunungan Yogyakarta


Grebeg Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah simbol kekucah dalem, ini tentang simbol kemurahan hati raja kepada kawulanya atau warganya. Sultan digambarkan sebagai sosok yang mengayomi, mengayemi, dan mengenyangkan para kawulanya. Tradisi ini sudah dilaksanakan sejak pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I. Upacara Grebeg dalam setahun diadakan tiga kali: Grebeg Syawal sebagai ungkapan syukur telah melewati bulan puasa ramadhan; Grebeg Maulud untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW; dan Grebeg Besar untuk merayakan Idul Adha.
Upacara Grebeg identik dengan Gunungan terdiri dari berbagai makanan dan hasil bumi yang disusun menyerupai gunung, sebagai simbol dari kemakmuran Keraton Yogyakarta. Gunungan ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat. Ada enam jenis gunungan, masing-masing memiliki bentuk dan rangkaian janis makanan yang berbeda pula.
gunungan yang puncaknya berhamparkan kue besar dan di sekelilingnya ditancapi kue ketan yang berbentuk lidah. Kedua Gunungan Gepak: gunungan yang terdiri dari empat puluh buah keranjang yang berisi aneka ragam kue-kue kecil dengan lima macam warna: merah, biru, kuning, hijau, dan hitam. Ketiga Gunungan Bromo terdiri dari beraneka ragam kue-kue yang pada bagian puncak diberi lubang untuk tempat anglo atau tungku berisi bara membakar kemenyan. Keempat Gunungan Lanang terdiri dari rangkaian kacang panjang, cabe merah, telur itik, ketan, dan pada bagian puncak ditancapi kue dari tepung beras. Kelima Gunungan Wadon merupakan gunungan yang terdiri dari beraneka ragam kue-kue kecil dan juga kue ketan. Keenam Gunungan Pawuhanmerupakan gunungan yang bentuknya mirip gunungan wadon, hanya pada bagian puncak ditancapi bendera kecil berwarna putih.

kebudayaan "Mbah Demang"


Modinan termasuk salah satu dusun yang ada di Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman. Sedangkan letak Desa Banyuraden ini sekitar lima kilometer ke arah barat dari Kota Jogja. Sarana transportasi, komunikasi, dan pendidikan di Desa Banyuraden telah memadai. Sebagai wilayah yang terletak di pinggiran kota (sub-urban), kebanyakan mata pencaharian penduduk Desa Banyuraden adalah petani, atau buruh tani.
Di Dusun Modinan sendiri terdapat sebuah upacara adat yang dikenal dengan sebutan "Suran Mbah Demang". Upacara ini diberi nama sesuai dengan nama tokoh penting dalam kehidupan masyarakat setempat dan bersangkutan juga dengan bulan Sura dalam kalender Jawa. Upacara ini diadakan oleh masyarakat Dusun Modinan untuk mengenang perjuangan hidup Ki Demang Cakradikrama, seorang demang-pabrik.
Ki Demang Cakradikrama adalah seorang demang yang gentur tapane (besar laku prihatinnya), memiliki kharisma yang tinggi, disegani dan dihormati oleh keluarga dan masyarakat sekitar. Salah satu bentuk laku prihatin yang dijalaninya adalah mandi hanya setiap satu tahun sekali yaitu pada tanggal 7 Sura tengah malam. Sisa air mandi Ki Demang tersebut diambil oleh anak cucu dan sanak saudara untuk ngalap berkah. Sampai sekarang, tradisi ini masih tetap dilestarikan dan banyak warga masyarakat yang ikut ngalap berkah dengan mengambil air dari sumber air yang sama dengan yang dahulu dipakai mandi oleh Ki Demang Cakradikrama.
Ki Demang adalah seorang anak dari bekel Cakrajaya. Nama kecil dari Ki Demang adalah Asrah dan dikenal sangat nakal. Oleh ayahnya, Asrah dititipkan pada Demang Dowangan yang memberinya tugas angon bebek dan mencari satu ikat kayu bakar setiap harinya. Pada usia akhil balik, Asrah bertapa di rumah penatu selama sebulan. Ketika bertapanya mencapai sebulan, banyak orang mengira Asrah sudah meninggal di tempat pertapaan. Kemudian mulut Asrah ditetesi dengan cairan kanji, dan cairan kanji itu oleh Asrah diminum, dan ternyata Asrah memang masih hidup.
Sementara itu dalam pertapaannya Asrah bermimpi bertemu dengan dua orang yang berpakaian seperti haji dan orang tersebut memberi kitab kecil. Setelah selesai bertapanya, Asrah mencari kitab tersebut dan ditemukannya di sungai Bedog. Asrah menjadi orang yang sakti, dapat menyeberang sungai Bedog yang sedang banjir, dan bahkan mampu menghalau para penjahat yang sering merusak perkebunan milik Belanda.
Awalnya dari sayembara di daerah Dowangan untuk memberantas kejahatan di sekitar Kali Bedog dan Kali Bayem dan pemenangnya akan dijadikan mandor perkebunan. Asrah merasa tertantang walaupun banyak orang yang meragukan. Karena berhasil, Asrah diangkat menjadi mandor perkebunan. Pada suatu kemarau panjang, banyak perkebunan tebu di daerah Demakijo menjadi kering. Atas permintaan pemilik pabrik gula dalam sayembara, Asrah menyelenggarakan pertunjukan wayang kulit di tengah lapangan dan memohon kepada Yang Maha Agung untuk memberikan air bagi para petani yang kelaparan dan untuk memenangkan sayembara. Pada saat bagian "gara-gara", terjadi hujan deras selama tiga hari tiga malam sehingga daerah yang semula kering menjadi berkelimpahan air, dan tanaman tebu menjadi tumbuh lagi. Akhirnya Asrah diangkat menjadi demang pabrik yang tugasnya mengawasi perkebunan milik pabrik gula di daerah Demakijo.
Setelah menjadi demang, Asrah berganti nama menjadi Cakradikrama yang dikenal dengan sebutan Ki Demang Cakradikrama. Semua keberhasilan Ki Demang tersebut berkat laku prihatin yaitu tidak makan garam, dan setiap sore laku tapa bisu mengelilingi rumahnya. Selain itu, Ki Demang juga ngaloki dengan mandi setahun sekali, yaitu setiap malam menjelang tanggal 8 Sura bertempat di sumur di  beiakang rumahnya. 
Ki Demang dikenal sebagai orang yang selalu mengutamakan kepentingan orang lain, dan selalu memberi hidangan makan bagi tamu yang datang ke rumahnya. Kebiasaan memberi hidangan ini, kemudian dilestarikan oleh anak cucu yang kemudian dikenal dengan tradisi pembagian kendhi ijo. Selain itu, Ki Demang juga berpesan kepada anak cucunya, "luwih becik menehi tinimbang diwenehi", "tangan kuwi becik mengkurep tinimbang mlumah", "sapa sing muwuhi bakal ditambah, lan sapa sing ngurangi bakal disuda" untuk memberikan rasa perlindungan kepada masyarakat di sekitarnya.
Upacara Suran Dusun Modinan diselenggarakan setiap tahun sekali pada tanggal 7 Sura, tepatnya saat tengah malam menjelang tanggal 8 Sura. Adapun pelaksanaan upacaranya bertempat di dusun di mana Ki Demang Cakradikrama terakhir bermukim, di Dusun Modinan, Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman. Di dusun itu pula sumur sebagai sumber air yang pemah dipakai mandi oleh Ki Demang Cakradikrama berada.
Pada dasarnya pihak-pihak yang terlibat dalam upacara ini terutama adalah kerabat keturunan Ki Demang. Biaya yang diperlukan menjadi tanggungan kerabat keturunan Ki Demang. Orang yang memimpin dan mengatur upacara adalah anggota kerabat keturunan Ki Demang yang tertua, dan dibantu oleh tetua lainnya. Sementara itu, yang menjadi peserta upacara adalah anggota kerabat keturunan lainnya, yang juga berperan untuk menjaga kelancaran jalannya upacara ini.
Peralatan dan sesaji yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Dhaharan asrep (makanan tawar), sambal goreng asrep, jangan bening asrep, tempe goreng, klepon, apem, sambal kering, tape, pisang, kue satu, roti tawar, unjukan teh dan kopi, sekar setaman, sekar Kebuli, ramping, ager-ager, sekul pethak (nasi putih), dan perlengkapan makan: piring, sendok, wijikan, kursi-bantal, dan lampu teplok.
Peralatan dan sesaji salawatan terdiri dari:
Tumpeng megana, Tumpeng gurih, Tumpeng sumurubing damar, Tumpeng sega ungguh, Pisang raja bikakan salawatan, Tukon pasar, Sekul gurih, Ingkung ayam, Srabi, Klepon, Clorot, Bulus angrem, Tujuh macam jenang, Ketupat, Sekar setaman, Sekar loloh, Dawet, dan Arang-arang kamban.
Tiga hari sebelum puncak acara Suran Dusun Modinan, di rumah peninggalan Ki Demang Cakradikrama telah mulai dilakukan persiapan. Kegiatan yang dilakukan oleh kerabat keturunan Ki Demang Cakradikrama pada tahap persiapan ini mencakup:
- Membersihkan bangunan-bangunan peninggalan Ki Demang seperti sumur, kamar mandi, dan rumah Ki Demang. Selain itu juga membersihkan makam Ki Demang dan Nyi Demang yang terletak di Dusun Guyangan, membersihkan cungkup (rumah-rumahan) makam pusaka peninggalan Ki demang yang ada di sisi Barat sumur.
- Memperbaiki bangunan-bangunan peninggalan Ki Demang yang rusak, seperti tembok sumur, tembok kamar mandi, dan rumah Ki Demang. Selain itu juga cungkup makam Ki dan Nyi Demang serta cungkup makam pusaka Ki Demang.
Pada pagi hari sebelum puncak acara yaitu ada tanggal 7 Sura, di rumah bekas kediaman Ki Demang telah dimulai dengan persiapan pembuatan sesaji, yaitu sesaji Suran Kademangan dan sesaji salawatan. Disamping itu, juga dibuat kendhi ijo yang berupa nasi putih yang dilengkapi dengan lauk pauk dari kelan (sayur) tholo dan gudhangan bumbu tumbuk kemudian dibungkus dengan daun pisang. Bungkusan ini bentuknya mirip dengan kendhi yang berwama hijau, maka disebut "kendhi ijo". Kendhi ijo ini pada siang harinya akan dibagikan kepada warga masyarakat di sekitar tempat upacara.
Pada sore hari kamar mandi yang akan dipakai untuk upacara siraman atau padusan diisi dengan air dan sumur peninggalan Ki Demang Cakradikrama. Setelah bak mandi penuh, maka air dalam bak mandi tersebut ditaburi atau diberi bunga mawar. Setelah selesai kemudian kamar mandi ditutup pintunya dan akan dibuka saat pelaksanaan siraman atau padusan pada saat puncak upacara.
Pada siang hari tanggal 7 Sura sekitar pukul 12.00 WIB dilaksanakan pembagian kendhi ijo kepada warga masyarakat di sekitar tempat upacara. Pembagian kendhi ijo ini dimaksudkan sebagai bentuk refleksi diri dan kebiasaan yang pemah dilakukan oleh Ki Demang pada semasa hidupnya. yaitu selalu memberi hidangan makan kepada orang yang datang ke rumahnya.
Kebiasaan ini oleh anak cucunya masih dilaksanakan hingga sekarang pada Upacara Suran. Pada sore harinya dilaksanakan ziarah (nyekar) ke cungkup peninggalan Ki Demang (tempat penguburan pusaka milik Ki Demang). Kegiatan nyekar ke cungkup ini diawali dengan doa dan membakar kemenyan yang dilakukan oleh salah seorang kerabat dan trah Ki Demang Cakradikrama, kemudian dilanjutkan dengan ziarah dan nyekar di makam Ki Demang dan Nyi Demang yang terletak di makam Dusun Guyangan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, dimulai upacara Suran Dusun Modinan. Upacara terdiri dari pembacaan salawatan sampai menjelang pagi. Pada sekitar tengah malam salawatan mencapai saat sakral (srokal), dilaksanakan mandi di tempat yang dahulu pernah dipakai Ki Demang. Upacara mandi ini dilakukan oleh seorang keturunan tertua dari Ki Demang, kemudian diikuti oleh seluruh anggota trah dan dilanjutkan dengan warga masyarakat umum yang ingin ngalap berkah dengan ikut mandi.
Pantangan yang berkaitan dengan upacara Suran Dusun Modinan:
a. Upacara Suran Dusun Modinan setiap tahun harus dilaksanakan, sebab kalau tidak dilaksanakan maka trah Demang Cakradikrama percaya bahwa nantinya akan mendapatkan musibah atau malapetaka.
b. Pihak yang melaksanakan upacara mandi pada saat puncak upacara harus dari keturunan langsung tertua dari Ki Demang yang masih hidup.

Memaknai Ritual Budaya (Saparan Bekakak)


Seorang tokoh masyarakat setempat memotong Bekakak di area pasanggrahan Gunung Gamping, Desa Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, tempat diadakannya upacara adat Saparan Bekakak, Jumat (13/01). Upacara adat Saparan Bekakak merupakan sebuah ritual guna memperingati kesetiaan abdi dhalem Kraton Yogyakarta, Ki Wirosuto serta meminta keselamatan bagi penduduk agar terhindar dari malapetaka yang diwujudkan dengan menyembelih sepasang pengantin (Bekakak) bernama Tirto Dono Jati dan Nyi Tirto Mayangsari yang terbuat dari campuran tepung beras ketan. rez/12 Ritual Upacara adat Saparan Bekakak adalah sebuah ritual budaya Jawa asli dari Yogyakarta yang diselenggarakan tiap bulan Sapar dalam penanggalan Jawa atau safar dalam kalender islam. Siang itu seusai shalat Jumat, ratusan warga berkumpul untuk bersiap menyaksikan ritual tahunan ini yang  berlangsung dari Balai Desa Ambarketawang, dan diakhiri di pasanggrahan Gunung Gamping, Sleman, Yogyakarta, dengan menyembelih sepasang pengantin (Bekakak) yang terbuat dari beras ketan. Menurut mitos Jawa kuno, dahulu bulan Sapar dianggap sebagai bulan sial dimana seringkali terjadi sejumlah musibah atau kecelakaan. Kepercayaan ini mendorong masyarakat Jawa untuk tidak menyelenggarakan berbagai hajatan seperti pernikahan terutama pada hari rabu terakhir di bulan ini. Hingga saat ini, masyarakat Jawa di sekitaran kawasan Ambarketawang, Gamping, Sleman, Yogyakarta, dimana lokasi ini merupakan tempat didirikannya Kraton Yogyakarta untuk pertama kalinya, masih melaksanakan ritual Saparan dengan maksut sebagai wujud doa Pada Yang Maha Kuasa agar dihindarkan dari mara bahaya. Otomatis, ritual adat ini memiliki latar belakang sejarah yang berasal dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Dikisahkan bahwa ada sepasang suami-istri yang merupakan abdi dhalem setia Kraton pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I (Pangeran Mangkubumi) bernama Kyai Wirasuta dan Nyi Wirasuta. Sebagai Kanjeng Sinuhun yang pertama, Sultan Hamengku Buwono I bermaksud emndirikan sebuah istana (Kraton) sebagai kediaman kerajaannya. Sembari menunggu pembangunan selesai, Sultan memilih beristirahat sejenak di sebuah pasanggrahan yang terletak di Desa Ambarketawang yang pada waktu itu sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian dengan menambang batu gamping. Setelah selesainya Kraton dibangun, Sultan beserta para abdi dhalem hendak kembali ke Kraton namun tidak dengan kedua abdi dhalem tadi. Kyai dan Nyi Wirasuta memilih untuk menetap di pasanggrahan bekas tempat singgah Sultan pertama tersebut. Malapetaka tak diduga terjadi, pada Jumat Kliwon bulan Sapar, Gunung Gamping runtuh dan menewaskan kedua abdi dhalem tersebut. Anehnya, jasad mereka tidak ditemukan hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Ambarketawang, Gamping diresahkan dengan musibah serupa yang terjadi tiap bulan Sapar. Masyarakat setempat meyakini arwah Kyai dan Nyi Wirasuta masih menempati Gunung Gamping. Mengetahui keresahan tersebut, Sri Sultan bertitah pada masyarkat Ambarketawang agar tiap bulan Sapar mengadakan upacara selamatan dengan menyembelih sepasang pengantin (Bekakak) yang terbuat dari campuran beras ketan yang dimaksudkan untuk menggantikan Kyai dan Nyi Wirasuta serta warga lain yang tertimpa musibah longsornya Gunung Gamping agar tidak terjadi bencana serupa di wilayah ini. Ketua Panitia Saparan Bekakak, Frans Haryono mengatakan bahwa Perayaan kirab budaya tak sebatas seremonial tahunan, di balik setiap perayaan ada edukasi kultural yang selalu ingin digelorakan. "Intinya tradisi Saparan Bekakak adalah peringatan terhadap kesetiaan seorang abdi dhalem pada rajanya," ujar beliau sesaat setelah selesainya upacara Bekakak dilaksanakan. Ritual adat ini berlangsung terus menerus hingga sekarang dengan tidak mengurangi nilai dan makna dari tiap prosesinya. Ritual Saparan Bekakak yang dahulu sebagai wujud tolak bala masyarakat Jawa saat ini telah terintegrasi pada mitos sejarah dan legenda lokal yang tetap diuri-uri secara konsisten oleh masyarakat setempat lebih dari sebuah ritual budaya, namun sebagai komoditi bagi daya tarik wisata lokal maupun manca Negara.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/rezafitriyanto/memaknai-ritual-budaya-saparan-bekakak-legenda-kisah-pengabdian-kyai-wirasuta-di-gunung-gamping_550d41dda333119f1e2e3c7a

Selasa, 15 Desember 2015

sekretaris menerima telepon

   Sekretaris menerima Telepon
 A.Pendahuluan
Salah satu tugas seorang sekretaris adalah berkomunikasi melalui telepon. Seorang sekretaris harus ramah terhadap pelanggan supaya mendapatkan kesan yang baik bagi pelanggan. Kesan yang baik terhadap suatu perusahaan didapatkan dari bagaimana seseorang customer/pelanggan mendapatkan perlakuan atau pelayanan dari tiap-tiap anggota perusahaan tersebut dalam berbagai  kesempatan. Penampilan yang menarik, tanggapan, atau sikap tubuh yang positif sangat berpengaruh dalam menggambarkan keadaan suatu perusahaan.
Bila seorang sekretaris menyapa seorang tamu, kesan yang mereka dapatkan dengan mudah diperoleh melalui sikap tubuh, sopan santun, dan penampilan kita. Tidak demikian bila kita mempergunakan telepon untuk berkomunikasi. Wujud fisik atau penampilan kita tidak terlihat. Kesan si penelepon terhadap kita khususnya, dan perusahaan pada umumnya, semata-mata didapat dari suara, apakah riang, penuh perhatian, atau membosankan, menyakitkan. Suara yang dipancarkan sekretaris pancarkan dapat menciptakan lukisan atau image yang sangat luas, baik tentang sekretaris maupun perusahaan yang dibawa.

       B. Menciptakan Kesan yang Baik dengan Telepon
Kesan yang timbul dari suara dalam telepon sangat luas. Kepribadian seseorang akan jelas tercermin dari bagaimana ia mengatakan sesuatu. Untuk itu, apabila dalam menelepon suara harus terlihat menyenangkan, ramah tamah, bersahabat, dan penuh perhatian seperti halnya bertemu langsung dengan penelepon. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam berbicara mengguanakan telepon, yaitu:
1.      Telepon yang berdering pada saat sibuk kerap membuat jengkel. Jangan biarkan emosi yang bicara, terimalah telepon dengan tenang.
2.      Berikanlah perhatian sepenuhnya pada saat anda mengangkat telepon.
3.      Jangan menerima telepon sambil berbicara dengan orang ketiga ataupun sambil merokok,bahkan makan.
4.      Biasakan selalu tersenyum pada saat menelepon, karena itu membuat kesan lebih ramah dan sopan.
5.      Bicaralah dengan gaya bicara yang wajar.
6.      Berbicaralah dengan kecepatan normal, langsung dihadapan transmitter.
7.      Berhati-hatilah dalam berbicara, agar nada kesal, tidak sabar tidak kentara pada suara.
8.      Pergunakan kalimat yang jelas dan sistematis.

 C. Cara Menerima Telepon
Ada beberapa cara yang harus dilakukan dalam menerima telepon, yaitu :
1.      Segeralah mengangkat telepon apabila telepon berdering.
Bersikap bijaksana untuk selalu menganggap bahwa semua telepon yang masuk adalah penting. Usahakan tidak membiarkan telepon berdering terlalu lama sebab telepon yang terus menerus berdering akan menjadi sumber suara yang bising dan dapat mengganggu ketenangan pimpinan.
2.      Sekretaris harus siap mencatat segala sesuatu yang perlu dari pembicaraan telepon itu.
Gerakan kedua tangan harus spontan dan sinkron, tangan kiri untuk mengangkat telepon dan tangan kanan mengambil bolpen/pensil untuk mencatat.
3.      Identifikasi diri
Apabila ada telepon langsung dari luar perusahaan, maka sebutkan nama perusahaan, nama pimpinan atau nama perusahaan. Apabila telepon merupakan sambungan dari operator, sebutkan nama departemen/bagian atau nama anda, dan jangan lupa beri salam.
4.      Tanyakan Identitas penelepon
Biasanya seseorang yang menelepon langsung menanyakan orang yang ingin ditemui. Sekretaris harus menanyakan identitas penelepon. Apabila penelepon sudah menyebutkan namanya, tulis supaya tidak lupa dan membuat anda harus bertanya lagi.
5.      Memilih telepon yang masuk
Apabila penelepon ingin berbicara dengan pimpinan, tanyakan maksudnya terlebih dahulu. Pimpinan mungkin meminta agar sekretaris pandai menyaring semua telepon yang masuk. Untuk dapat mengurangi kesibukan pimpinan dalam menerima telepon, sekretaris harus dapat memilih siapa yang harus diterima oleh pimpinan, dan mana yang dapat ditangani oleh pejabat dibawahnya.
6.      Mengakhiri telepon masuk
Tutuplah pembicaraan dengan kalimat yang sopan. Akhiri pembicaraan dengan permintaan maaf, tetapi biarkan penelepon yang menutup gagang telepon terlebih dahulu.
      D. Cara Menelepon
Gunakanlah waktu untuk menelepon dengan sebaik-baiknya. Pembicaraan yang berkepanjangan, berarti pemakaian pulsa telepon lebih banyak dan pada akhirnya biaya telepon yang tinggi. Berikut dijelaskan tata cara menelepon, yaitu:
1.      Rencanakan terlebih dahulu apa tujuan menelepon
Bila ingin menelepon, harus mengetahui terlebih dahulu nomor telepon yang akan dihubungi. Jangan mengangkat pesawat telepon, jika masih mencari nomor telepon yang akan dihubungi.
2.      Perhatikan telepon yang digunakan
Apabila yang digunakan telepon langsung maka langsung memutar nomor yang dikehendaki.
3.      Mendapat sambungan telepon
Ada dua kemungkinan dalam hal ini, langsung diterima penerima atau diterima oleh operator.
4.      Katakan dengan siapa akan berbicara
Katakan dengan jelas siapa yang akan dituju, dan gunakan kata-kata yang sopan dan tepat.
5.      Identifikasi diri atau nama pimpinan dan perusahaan
Melakukan kegiatan ini apabila berbicara dengan orang yang dituju.
6.      Kemukakan maksud menelepon
Apabila saat menelepon langsung berbicara dengan orang yang dituju, maka jangan lupa tanyakan apakah si penerima mempunyai waktu untuk membicarakan masalah yang akan dibicarakan.
7.      Tinggalkan pesan dan ucapkan terima kasih
Apabila tidak bertemu dengan orang yang dituju, maka jangan lupa meninggalkan pesan dan sampaikan terima kasih apabila sudah selesai berbicara.
      E. Etika Bertelepon
Dalam berkomunikasi melalui telepon, ada beberapa etika yang harus dilakukan, diantaranya :
1.      Jangan membicarakan informasi rahasia di telepon. Karena sistem telepon yang kurang bagus, memungkinkan pembicaraan dapat didengar oleh pihak lain.
2.      Jangan berbicara terlalu keras. Atur suara pada saat bertelepon, karena suara yang keras dapat mengganggu ketenangan pimpinan dan karyawan lain.
3.      Jangan berbicara dengan orang ketiga pada saat anda bertelepon.
4.      Batasi pembicaraan pribadi di telepon. Banyak sekretaris yang diberi tanggung jawab untuk mengontrol pemakaian telepon.
5.      Jangan biarkan telepon dalam posisi terbuka sehingga orang di telepon dapat mendengar suara-suara yang ada di kantor. Apabila berada di dalam ruangan tersendiri, maka jangan mengguankan speakerphone.
6.      Jangan memberikan nomor Direct Line pimpinan kepada sembarang orang. Telepon direct pimpinan berlaku, seperti telepon pribadi.

PENUTUP

Kesimpulan
Tugas seorang sekretaris sangat banyak. Salah satunya berkomunikasi yang efektif dengan menggunakan telepon. Dalam berkomunikasi dengan telepon, ada beberapa cara yang harus dilakukan pada saat bertelepon, pada saat menerima telepon dan etika yang harus dilakukan pada saat menggunakan komunikasi melalui telepon.
Seorang sekretaris harus bersikap ramah, berpenampilan menarik, dan terampil dalam berkomunikasi. Selain itu suara yang dipancarkan melalui telepon juga dapat menilai apakah sekretaris itu orang yang ramah atau tidak, melayani dengan senang gembira, apakah sedang dalam emosi.

Minggu, 13 Desember 2015

CARA MERAWAT KULIT


Kulit merupakan bagian tubuh yang paling penting untuk menunjang penampilan seseorang. Begitu pentingnya bagian tubuh yang satu ini membuat banyak orang yang melakukan segala cara untuk menjaga kesehatanya. Bahkan mereka rela mengeluarkan biaya hingga puluhan juta rupiah demi memperoleh penampilan kulit yang sehat. Padahal, jika mereka mau sedikit belajar, mereka tak perlu menggelontorkan banyak dana untuk melakukan operasi plastik atau perawatan yang lain.
Cara Merawat dan Menjaga Kesehatan Kulit
Bagimana caranya? Berikut akan saya berikan tips untuk merawat kesehatan kulit agar tetap cerah dan sehat.
Banyak Minum Air Putih
Air putih merupakan sumber daya alam yang mampu memberikan jutaan manfaat pada makhluk hidup. Salah satu manfaat yang paling menonjol adalah untuk menjaga kesehatan kulit. Dengan meminum air, anda akan terhindar dari stress kulit. Selain menghindari stress kulit, air putih juga dapat menghindarkan anda dari kulit keriput. Jumlah minimal air yang harus anda konsumsi untuk setiap harinya adalah 8 gelas. Cara meminumnya pun bukan asal minum. Anda harus meminumnya sedikit demi sedikit agar lebih tahan lama di dalam tubuh.
Tidur yang Cukup
Cara kedua untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan mengatur waktu tidur dengan benar. Menurut penelitian, seseorang yang kurang tidur kulitnya akan menjadi kusam, cepat keriput dan warna kulit menjadi tidak rata. Oleh karena itu, bagi anda yang menginginkan kulit yang sehat dan kenyal, anda harus mengatur waktu tidur. Standart waktu tidur dalam jangka waktu 24 jam adalah 7 jam. Dalam waktu 7 jam tersebut, kulit akan beregenerasi sehingga keesokan harinya anda akan terlihat lebih segar.
Selain menjaga waktu istirahat, anda juga dapat menjaga kesehatan kulit dengan cara menghindari sinar matahari secara langsung. Sinar matahari langsung akan membuat kulit anda menjadi kusam dan kering. Karena itulah, anda harus mengenakan jaket atau sweater saat hendak pergi keluar rumah.
Hindari Makanan Mengandung Gula
Langkah berikutnya untuk menjaga kesehatan kulit adalah dengan menghindari makanan yang banyak mengandung gula. Menurut penelitian, makanan yang mengandung gula terlalu tinggi akan menyebabkan kolagen dan elastin mengalami kerusakan. Jika sudah begitu, kulit anda akan menjadi keriput dan menjadi kendur. Karena itulah batasi konsumsi gula agar kulit anda tetap segar dan sehat. Gantilah makanan yang mengandung banyak gula dengan buah dan sayur. Hal tersebut perlu anda lakukan karena buah dan sayur merupakan sumber makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang sangat baik untuk kesehatan kulit.
Lakukan Perawatan Rutin
Polusi udara membuat kulit anda menjadi kering dan kusam. Karena itulah anda perlu membersihkan kulit anda agar tetap terlihat bersih dan segar. Cucilah wajah anda setidaknya 3 kali dalam sehari. Hal itu penting karena polusi udara merupakan salah satu penyebab dari munculnya jerawat. Untuk itulah rajin-rajinlah mencuci wajah dan mandi 2 kali dalam satu hari.
Menggunakan Masker Alami
Untuk menghindarkan kulit wajah dari jerawat, gunakan masker jagung muda. Untuk menghindari wajah kusam, gunakan masker mentimun dan untuk menghindari bekas jerawat, anda dapat menggunakan masker jeruk nipis.
Demikian beberapa cara yang dapat anda terapkan untuk menjaga kesehatan kulit. dengan cara diatas, terbukti bahwa perawatan kulit tak hanya dapat dilakukan oleh orang yang memiliki banyak uang. Selamat mencoba !

Minggu, 06 Desember 2015

Sekretaris Ditempat Kerja (ori)

MAKALAH
ETIKA SEKRETARIS DALAM MENERIMA TAMU DAN BERTAMU

Tugas Mata Kuliah Etika Profesi Administrasi
Dosen Pengampu : Sutirman, M.Pd





Oleh
Yuna Anjas Rani
14811134004


POGRAM STUDI ADMINISTRASI PERKANTORAN D3
FAKULTAS EKNOMI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2015


BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Seorang sekretaris yang bekerja di dalam kantor tentunya harus mempunyai etika di dalam kantor, terlebih jika perusahaan tersebut selalu mengacu pada peraturan. Etika yang baik akan ditempatkan dimana pun seseorang berada karena setiap melakukan sesuatu hal sekretaris selalu membutuhkn etiket yang baik.
Pada saat kita bekerja bukan berarti kita tidak memperhatikan tata tertib yang dibuat oleh pihak-pihak terkait. Tata aturan tersebut harus ditaati oleh para karyawan atau pun sekretaris. Dengan adanya tata tertib maka sikap, cara bicara, sopan santun, kedisiplinan akan tercipta dengan baik. Etika dalam kantor akan diperhatikan karena menyangkut harkat dan martabat kita di dalam kantor. Karena penilaian setiap rekan dalam kantor akan berbeda antara satu dengan yang lain. Etika tidak hanya dilaksanakan karena menunjang kepribadian masih ada aspek lain yang mengaitkan antara etika dan pekerjaan, yaitu etika dalam berprofesi.
Terlebih dengan seorang sekretaris didalam kantor atau perusahaan etika menerima tamu sangat dibutuhkan sekali, karena sekretaris didalam kantor merupakan tolak ukur penilaian suatu perusahaan maupun kantor. Ketika sekretaris kantor atau perusahaan menerima tamu itulah sekretaris harus bersikap baik dan sopan, tetapi jika sekretaris menerima tamu dengan wajah tidak menyengangkan, maka perusahaan lain akan merasa tidak senang melihatnya.
Etika berprofesi tentunya menunjang banyak sekali aspek. Misalnya dalam hal peyelesaian tugas tentu saja kita sebagai karyawan apalagi sebagai seorang sekretaris harus cekatan dalam menyelesaikan pekerjaan yang pimpinan berikan pada kita agar saat diberikan pekerjaan kedua tidak mendapatkan beban yang terlalu berat. Etika berprofesi harus dijunjung dimanapun kita bekerja, karena kalau pimpinan senang dengan hasil kerja kita yang rapi, teliti, cekatan, tepat waktu maka kita akan mendapatkan sanjungan yang berbeda pula. Apalagi dengan menerima tamu tentunya sekretaris harus mempunyai wajah yang selalu ramah dalam menjalankan setiap amanahnya. Maka banyak perusahaan yang membutuhkan seorang sekretaris untuk bekerja diperusahaan, akrena seorang sekretaris terkenal dengan perilaku ramah dan sopannya.
Idealnya seorang sekretaris harus bersikap rapi,ramah,dan sopan dalam menerima tamu. Karena perusahaan yang mempunyai nilai lebih yaitu jika sekretaris bisa menerima dan melayani tamu atau pelanggan dengan baik dan ramah. Seseorang begitu masuk perusahaannya langsung menilai pelayanannya, karena pelayanan prima merupakan pelayanan yang sangat berarti untuk tamu atau pelanggan. Tetapi pada kenyataanya, masih ada sekretaris yang kurng ramah dalam melayani tamu, dan sekretaris ceroboh dalam menata ruangan untuk bertemu tamu. Hal tersebut sangat mempengaruhi etika sekretaris dalam menerima tamu. Karena setiap perlakuan sekretaris sangat di nilai oleh rekan kerja. Tidak hanya sekretaris, untuk semua karyawan yang ad di perushaan atau kantor harus menaati peraturan atau etika yang baik, untuk memperlancar proses kerja dalam suatu perusahaan.

2.IDENTIFIKASI MASALAH
            Terdapat beberapa permasalah yang terkait dengan etika seorang sekretaris dalam menerima tamu, baik di perusahaan maupun di lingkungan luar. Karena etika tersebut sangat dibutuhkan. Permasalahan tersebut diantaranya :
1.      Masih kurangnya pengetahuan seorang sekretaris dalam menerima tamu baik di perusahaan maupun di luar perusahaan.
2.      Kurang disiplinnya sekretaris dalan menjalankan kewajibannya sehingga kurang memahami etika menerima atau bertamu.

3.PEMBATASAN MASALAH
            Makalah ini akan difokuskan pada upaya mengatasi seorang sekretaris dalam menerima tamu atau bertamu,baik diperusahaan maupun luar perusahaan.

4.RUMUSAN MASALAH
            Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam makalh ini dirumuskan sebagai berikut:
1.      Bagaimana etika sekretaris dalam menerima tamu yang baik agar menarik perusahaan lain ?
2.      Bagaimana seorang sekretaris yang baik bertamu di perusahaan luar untuk menjalin hubungan bisnis agar perusahaan lain tertarik ?

E.TUJUAN
            Makalah ini bertujuan untuk mengetahui :
1.      Agar seorang sekretaris mampu menerima tamu atau bertamu dengan baik.
2.      Agar sekretaris mengetahui bagaimana etika yang baik dalam menerima tamu dan bertamu.
3.      Untuk menambah wawasan atau ilmu setelah membaca makalah ini.
F.MANFAAT MAKALAH
            Makalah ini dapat bermanfaat bagi :
1.      Penulis
a.       Sebagai sarana memperluas pengetahuan dalam pembuatan makalah etika menerima tamu dan bertamu.
b.      Menambah ilmu dalam etika menerima tamu dan bertamu.
2.      Pembaca
a.       Sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas sekretaris untuk menerima tamu dan bertamu agar dinilai oleh perusahaan lain.
b.      Sebagai titik acuan untuk menambah pengetahuan pembaca.

BAB II
TEORI DAN PEMBAHASAN

A.TEORI
1.Pengertian Etika
            Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu sistem yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
a.       Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR, etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.”
b.      Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat,etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
c.       Drs. H. Burhanudin Salam,etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.
Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin, yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan), dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.

2.Manfaat Etika
Beberapa manfaat Etika adalah sebagai berikut  :
  1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
  2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh dirubah.
  3. Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
  4. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai
Manfaat etika menurut (Ketut Rinjin, 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira, 2006) yaitu :
  1. Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan
permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
  1. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya = human act, dan bukan an act of man. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
  2. Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
  3. Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.
  4. Perlu diwaspadai nahwa ”power tend to corrupt”, ”the end justifies the means” serta pimpinan ala Machiavellian, yang galak seperti singa dan licin seperti belut.
Jadi manfaat mempelajari etika adalah, menciptakan standar diri yang baik di mata masyarakat, mengetahui tingkat kualitas yang baik dan dapat membedakan prilaku di masyarakat.
Manfaat kode etik, menurut (Adams., dkk, dalam Ludigdo, 2007)  adalah:
  1. Kode etik merupakan suatu cara untuk memperbaiki iklim organisasional sehingga individu
  2. individu dapat berperilaku secara etis.
  3. Kontrol etis diperlukan karena sistem legal dan pasar tidak cukup mampu mengarahkan perilaku organisasi untuk mempertimbangkan dampak moral dalam setiap keputusan bisnisnya.
  4. Perusahan memerlukan kode etik untuk menentukan status bisnis sebagai sebuah profesi, dimana kode etik merupakan salah satu penandanya.
  5. Kode etik dapat juga dipandang sebagai upaya menginstitusionalisasikan moral dan nilai-nilai pendiri perusahaan, sehingga kode etik tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan dan membantu sosialisasi individu baru dalam memasuki budaya tersebut.
Sedangkan manfaat dari kode etik profesi adalah :
  1. Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang
digariskan.
  1. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
  2. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang. Kode etik yang ada dalam masyarakat Indonesia cukup banyak dan bervariasi. Umumnya pemilik kode etik adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nasional, misalnya Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), kode etik Ikatan Penasehat HUKUM Indonesia, Kode Etik Jurnalistik Indonesia, Kode Etik Advokasi Indonesia dan lain-lain. Ada sekitar tiga puluh organisasi kemasyarakatan yang telah memiliki kode etik.
3.Jenis Etika

a) Etika Filosofis

Etika filosofis secara harfiah dapat dikatakan sebagai etika yang berasal dari kegiatan berfilsafat atau berpikir, yang dilakukan oleh manusia. Karena itu, etika sebenarnya adalah bagian dari filsafat; etika lahir dari filsafat.
Etika termasuk dalam filsafat, karena itu berbicara etika tidak dapat dilepaskan dari filsafat. Karena itu, bila ingin mengetahui unsur-unsur etika maka kita harus bertanya juga mengenai unsur-unsur filsafat. Berikut akan dijelaskan dua sifat etika:
1. Non-empiris. Filsafat digolongkan sebagai ilmu non-empiris. Ilmu empiris adalah ilmu yang didasarkan pada fakta atau yang konkret. Namun filsafat tidaklah demikian, filsafat berusaha melampaui yang konkret dengan seolah-olah menanyakan apa di balik gejala-gejala konkret. Demikian pula dengan etika. Etika tidak hanya berhenti pada apa yang konkret yang secara faktual dilakukan, tetapi bertanya tentang apa yang seharusnya dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
2. Praktis. Cabang-cabang filsafat berbicara mengenai sesuatu “yang ada”. Misalnya filsafat hukum mempelajari apa itu hukum. Akan tetapi etika tidak terbatas pada itu, melainkan bertanya tentang “apa yang harus dilakukan”. Dengan demikian etika sebagai cabang filsafat bersifat praktis karena langsung berhubungan dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manusia. Tetapi ingat bahwa etika bukan praktis dalam arti menyajikan resep-resep siap pakai. Etika tidak bersifat teknis melainkan reflektif. Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak dan kewajiban, dsb, sambil melihat teori-teori etika masa lalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahannya. Diharapakan kita mampu menyusun sendiri argumentasi yang tahan uji.
b) Etika Teologis
Ada dua hal yang perlu diingat berkaitan dengan etika teologis. Pertama, etika teologis bukan hanya milik agama tertentu, melainkan setiap agama dapat memiliki etika teologisnya masing-masing. Kedua, etika teologis merupakan bagian dari etika secara umum, karena itu banyak unsur-unsur di dalamnya yang terdapat dalam etika secara umum, dan dapat dimengerti setelah memahami etika secara umum.
Secara umum, etika teologis dapat didefinisikan sebagai etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi teologis.Definisi tersebut menjadi kriteria pembeda antara etika filosofis dan etika teologis. Di dalam etika Kristen, misalnya, etika teologis adalah etika yang bertitik tolak dari presuposisi-presuposisi tentang Allah atau Yang Ilahi, serta memandang kesusilaan bersumber dari dalam kepercayaan terhadap Allah atau Yang Ilahi. Karena itu, etika teologis disebut juga oleh Jongeneel sebagai etika transenden dan etika teosentris.Etika teologis Kristen memiliki objek yang sama dengan etika secara umum, yaitu tingkah laku manusia. Akan tetapi, tujuan yang hendak dicapainya sedikit berbeda, yaitu mencari apa yang seharusnya dilakukan manusia, dalam hal baik atau buruk, sesuai dengan kehendak Allah.
Setiap agama dapat memiliki etika teologisnya yang unik berdasarkan apa yang diyakini dan menjadi sistem nilai-nilai yang dianutnya. Dalam hal ini, antara agama yang satu dengan yang lain dapat memiliki perbedaan di dalam merumuskan etika teologisnya.

4.Pengertian Sekretaris
Sekretaris adalah dari segi asal katanya, istilah sekretaris asalnya dari kata “secretum” yaitu bahasa latin yang artinya rahasia. Kata “secretum” lalu kemudian berubah menjadi kata “secretarius” yaitu dalam bahasa Perancis, lalu “secretary” dalam bahasa Inggris, lalu akhirnya menjadi kata “secretaries” yaitu dalam bahasa Belanda, dan masuk ke Indonesia yang dikenal dengan istilah “sekretaris” yang berasal dari kata “secretaries” bahasa Belanda. Sekretaris adalah orang, pegawai ataupun karyawan yang di berikan tugas dan juga pekerjaan yang berhubungan dengan masalah rahasia suatu negara atau perusahaan.
Atau dapat di katakan definisi sekretaris yaitu seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan ataupun suatu perusahaan, terutama untuk penyelenggaraan kegiatan administratif yang akan menunjang kegiatan manajerial seorang pemimpin atau kegiatan operasional perusahaan. Sekretaris dalam perusahaan adalah seorang karyawan senior di sebuah organisasi sektor publik dengan status direktur dan bertugas sebagai pengolah administrasi dan hukum, biasanya dalam bentuk posisi manajerial di atas. Sekretaris perusahaan terdiri dari Sekretaris Perusahaan, Sekretaris Yayasan, Sekretaris Direktur, Sekretaris Manajer, Sekretaris Wilayah. Peran sekretaris perusahaan adalah harus memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan perundang-undangan dan memperhatikan pembayaran untuk kepentingan bisnis yang spesifik dari perusahaan, misalnya: sebuah perusahaan manufaktur mungkin membutuhkan pendekatan yang berbeda dari bank atau perusahaan jasa keuangan. Selain itu juga perlu membantu dalam pelaksanaan strategi perusahaan dengan memastikan bahwa keputusan dewan dan instruksi yang benar dilakukan dan dikomunikasikan. Tugas sekretaris perusahaan adalah bertindak dengan itikad baik untuk kepentingan perusahaan, untuk menghindari konflik kepentingan, tidak untuk membuat keuntungan dari transaksi rahasia untuk atau atas nama 4 perusahaan. Fungsi sekretaris perusahaan adalah membantu Direksi sebagai pejabat penghubung dalam komunikasi dengan Stake Holder sebagai upaya meningkatkan loyalitas para Stake Holder, penyusunan laporan manajemen serta kegiatan yang berhubungan dengan kesekretariatan, penegakan hukum dan pengelolaan kehumasan. Tanggungjawab sekretaris perusahaan adalah memberikan saran kepada direksi tentang masalah hukum umumnya dan mengatur tugas administrasi.

5.Tugas Sekretaris
Tugas Sekretaris jika dilihat berdasarkan ruang lingkupnya, tugas sekretaris dikelompokkan menjadi delapan diantaranya yaitu:
Tugas rutin yaitu berbagai macam tugas yang dikerjakan setiap hari tanpa perintah. Tugasnya meliputi seperti:
  • Membuka surat-surat.
  • Menerima dikte pimpinan.
  • Menerima tamu.
  • Menerima telepon.
  • Menyimpan arsip atau surat.
  • Menyusun serta membuat jadwal kegiatan pimpinan.
  • Dan lain-lain.
Tugas khusus yaitu suatu tugas yang diperintahkan secara langsung oleh pimpinan kepada sekretaris dengan penyelesaian tugasnya secara khusus. Tugas ini diberikan sebab adanya unsur kepercayaan bahwa tugas dari sekretaris mampu menyimpan rahasia perusahaan. Bisanya tugas ini meliputi seperti:
  • Mengonsep surat-surat perjanjian kerjasama dengan relasi ataupun instansi dari luar.
  • Menyusun surat-surat rahasia (confidential).
  • Menyusun acara pertemuan bisnis.
  • Pembelian kado ataupun cindera mata.
  • Dan masih banyak lagi.

6.Karakteristik Pekerjaan Sekretaris
            Dalam bekerja seringkali pimpinan menuntut seorang sekretaris dapat menangani semua pekerjaan secara sempurna, untuk itu pada umumnya seorang pimpinan akan mengharapkan sekretaris mempunyai kemampuan dan sikap sebagai berikut :
Ø  Keterampilan
a)      Dapat mengelola tugas-tugas rutin
b)      Berprakarsa dalam menyelesaikan masalah yang ditemui tanpa mengganggu atasan.
c)      Melaksanakan tindak lanjut atas segala hal sehingga selesai secara tuntas.
d)     Bersedia untuk bekerja atau menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa harus diminta
e)      Mengelola kantor secara baik selama atasan tidak berada di tempat dalam waktu lama.
f)       Bekerja secara sistematis, mempunyai kebiasaan bekerja yang mantap.
g)      Mengelola waktu secara baik.
h)      Mengerti secara baik lingkup `pekerjaan atasan, serta aktifitas atasan baik di dalam maupun di luar perusahaan.
i)        Memperluas pengetahuan dengan membaca, bila ada hal yang menarik dapat menyampaikan pada atasan.
j)        Menerima dikte dengan baik.
k)      Mengkonsep surat sederhana
l)        Inisiatif untuk memperbaiki/mengatur ruang kerja atau metode kerja.
m)    Menyampaikan pikiran baik secara tertulis maupun lisan.
n)      Berpartisipasi dalam mengikuti program pengembangan diri
o)      Berpenampilan professional

Ø  Sifat
a)      Kesetiaan
b)      Sikap bijaksana dan mampu menyimpan rahasia
c)      Dapat dipercaya dan jujur
d)     Daya ingat yang kuat
e)      Dapat diandalkan serta mempunyai tanggung jawab
f)       Waspada dan sigap
g)      Mampu berprakarsa/inisiatif
h)      Dapat berdiplomasi
i)        Kerapihan dalan penampilan/pekerjaan dan tempat kerja
j)        Daya nalar tinggi
k)      Bersikap tenang
l)        Mudah menyesuaikan diri pada lingkungan dan keadaan.
m)    Tetap sopan, bersedia membantu dan bersikap hormat terhadap semua orang.
n)      Bersikap tenang dalam keadaan kritis. 

B.PEMBAHASAN

1.ETIKA MENERIMA TAMU DAN BERTAMU
Sekretaris orang, pegawai ataupun karyawan yang di berikan tugas dan juga pekerjaan yang berhubungan dengan masalah rahasia suatu negara atau perusahaan. definisi sekretaris yaitu seseorang yang membantu seorang pemimpin atau badan pimpinan ataupun suatu perusahaan, terutama untuk penyelenggaraan kegiatan administratif yang akan menunjang kegiatan manajerial seorang pemimpin atau kegiatan operasional perusahaan. Sekretaris dalam perusahaan adalah seorang karyawan senior di sebuah organisasi sektor publik dengan status direktur dan bertugas sebagai pengolah administrasi dan hukum, biasanya dalam bentuk posisi manajerial di atas.
Salah satu tugas sekretaris adalah mengatur pertemuan antara manager dengan tamu-tamu yang akan bertemu dengan manager. Mulai dari membuat janji, konfirmasi, sampai menerima kedatangan tamu manager atasan di kantor. Tetapi sebagai sekretaris, anda tidak bisa asal menerima tamu begitu saja. Dalam menerima tamu atau pun bertamu sekretaris harus berlaku sopan,lemah lembut,dan ramah. Karena itu,sekretaris selalu berhubungan dengan orang-orang yang akan menilai baik dan buruknya serang sekretais. Keramhan sekretaris harus sangat terjaga dalam menerima tamu dan bertamu.Ada etika dan aturan tersendiri dalam menerima tamu.
Tamu kantor adalah seseorang atau kelompok yang datang kesebuah perusahaan untuk kepentingan tertentu. Salah satu tugas sekretaris adalah mengatur pertemuan antara pimpinan dengan tamu-tamu yang akan bertemu dengan pimpinan. Mulai dari membuat janji, konfirmasi, sampai menerima kedatangan tamu pimpinan di kantor. Tetapi sekretaris tidak dapat begitu saja menerima tamu,ada etika sekretaris dalam bertamu. Dalam menerima tamu ada etika-etika yang harus kita ketahui, untuk menciptakan suasana yang menyenangkan dilingkungan kerja tersebut agar tamu merasa nyaman dan mempunyai kesan baik ketika melakukan kerjasama. Di bawah ini adalah hal-hal yang sebaiknya dilakukan oleh sekretaris dalam menerima tamu bos di kantor:
a.       Menyambut, menerima dan mempersilahkan tamu duduk. Sebaiknya tamu jangan dibiarkan terlalu lama menunggu. Begitu anda tahu bahwa tamu sudah datang segera temui dan sambutlah sebagaimana mestinya. Hadapilah tamu dengan sopan tetapi tidak takut-takut sekaligus ramah tetapi tetap memberi kesan serius dan berwibawa.
b.      Basa-basi dengan tamu boleh saja tapi jangan biarkan tamu berbicara ‘melantur’. Jika pembicaraan tamu mulai melenceng kembalikan pembicaraan ke urusan yang sebenarnya dengan ramah namun bijak.
c.       Bila tamu ingin bertemu dengan bos tetapi bos tidak ada di tempat, sebaiknya tamu dipersilahkan mengisi buku tamu dan menuliskan pesan yang ingin disampaikan pada bos. Bisa juga bicarakan secara lisan tentang kepentingannya terhadap bos. Kemudian sampaikan padanya untuk menginformasikan pertemuan kembali dengan anda.
d.      Bila bos ada di tempat, tamu dipersilahkan duduk dan mengisi buku tamu. Kemudian tanyakan apakah sudah ada janji sebelumnya. Jika sudah, anda dapat menginformasikannya pada bos.
e.       Saat anda meninggalkan tamu, tamu dipersilahkan menunggu di ruang tamu. Berikan bacaan yang netral misalnya surat kabar atau majalah.
f.       Setelah itu hubungi bos anda dan informasikan tamu yang datang lengkap dengan identitas dan keperluannya. Jika ternyata bos tidak bersedia menemui karena sesuatu hal, anda harus mengatakan pada tamu secara diplomatis. Diplomatis disini maksudnya anda harus menyampaikan secara sopan, teratur, dan tidak merusak nama lembaga maupun kewibawaan bos.
g.      Jika bos bersedia menemui tamu, antarkan tamu ke tempat dimana bos ingin bertemu. Jangan biarkan tamu mencari-cari sendiri tempat pertemuan dengan bos. Karena sebagai tamu tentunya ia belum ‘familiar’ dengan kantor anda, kecuali jika ia sudah sering datang ke kantor anda.

Sebagai sekretaris yang professional cara anda menghadapi tamu seringkali mencerminkan ‘image’ perusahaan dan mencerminkan profesionalisme anda dalam bekerja. Maka itu, jagalah sikap dan bicara anda terhadap tamu, klien atau orang-orang dari lembaga lain yang berkepentingan dengan perusahaan. Apabila sekretaris betamu di perusahaan lain tentunya harus mempunyai kesopanan, sekretaris juga bisa menempatkan dirinya ingin bertamu bertemu dengan siapa, misalkan bertemu oleh pejabat yang paling tinggi,maka harus bersikap ramah dan sopan.
Selain pekerjaan sekretaris menerima tamu,sekretaris sering kali bertamu diperusahaan lain. Maka dari itu sekretaris harus mempunyai etika tersendiri dalam bertamu ke perusahaan lain. Karena etika dalam bertamu juga penting bagi seorang sekretaris yang professional.
Bertamu adalah seseorang yang berkunjung dan menyengaja datang ketempat yang dituju dengan maksud dan tujuan tertentu, tergantung orang yang akan ditemui dan orang yangAmenemui.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila kita akan berkunjung ke kantor :
A.    Sebelum kita berkunjung ke kantor, ada baiknya kita membuat janji dengan pihak yang akan kita datangi terlebih dahulu agar pihak yang akan kita datangi dapat mempersiapkan diri, baik untuk mengatur jadwal maupun untuk mempersiapkan materi pembicaraan.
B.     Saat kita berkunjung ke kantor, sebaiknya kita lebih memperhatikan cara kita berpenampilan. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
a)      Menggunakan kemeja, bersepatu, dan menggunakan celana bukan jeans.
b)      Menggunakan pakaian yang cocok dengan suasana.
c)      Pakaian harus bersih, rapi, wangi, menarik, dan sopan.
C.     Pada saat berkunjung ke kantor, ada baiknya kita memperhatikan etiket waktu. Sebaiknya hadir tepat waktu sesuai dengan janji yang telah disepakati dan mempergunakan waktu berkunjung dengan efektif sesuai kebutuhan. Kita juga perlu memperhatikan jam istirahat kantor, jadi sebaiknya kita jangan berkunjung pada jam istirahat kantor.
D.    Saat kita berkunjung ke kantor, sebaiknya kita memperhatikan parkiran kendaraan. Jangan parkir di sembarangan tempat.
E.     Saat ingin berkunjung ke kantor, ada baiknya kita melapor kepada petugas, sesuai dengan aturan dan petunjuk yang ada di kantor tersebut.
F.      Saat menjumpai siapa saja di kantor, ada baiknya kita memberi hormat dengan menyapa dan tersenyum serta bersikap sopan. Hal ini kita lakukan agar kehadiran kita dapat diterima dengan baik.
G.    Sebaiknya kita ungkapkan dengan jelas identitas diri dan maksud kedatangan. Ucapkan salam dengan sopan kepada orang yang menerima kita.
H.    Jika kita harus antre, jangan sekali-kali mendahului tamu lain yang sudah duluan datang dan membuat janji. Perbuatan itu mencerminkan sikap tidak sopan dan tidak sabaran dan dapat memicu keributan.

Tamu yang datang untuk minta dana atau sumbangan biasanya ingin bertemu langsung dengan pimpinan.berbagai macam alasan dikemukakan bahwa sumbangan yang diminta itu untuk kegiatan sosial, untuk HUT, untuk bantuan kamanusiaan dan lain sebagainya. Tamu tipe ini biasanya tidak mau perduli apakah pimpinan punya waktu untuk menemuinya atau tidak, pokoknya harus bertemu.
Cara terbaik untuk menghadapi tamu bertipe demikian, sekretaris melayani dengan sabar dan ramah, sambil menyodorkan formulir isian yang harus diisi oleh tamu tersebut. Formulir itu memuat nama, alamat, dari instansi mana, atau maksud sumbangan yang diminta, untuk kepentingan apa. Beritahukan bahwa pengisian formulir bagi para tamu adalah merupakan peraturan. Jadi sang tamu harus mengisinya. Apabila tamu memang minta sumbangan, maka tamu tersebut di persilahkan untuk menghubungi bagian lain yang memang khusus menangani dana (sumbangan). Jadi harus bertemu dengan pimpinan.
Pada umumnya tamu semacam ini sangat sopan dan menyenangkan. Mereka telah mendapat pelatihan keterampilan sebagai penjual barang atau jasa. Namun demikian tak jarang para penjual(salesman dan salesgirl) ini meminta untuk bertemu muka dengan pimpinan. Mereka ingin bicara langsung dengan orang yang mempunyai wewenang membuat keputusan dalam tawar menawar. Seringkali mereka sendiri menawarkan"komisi khusus" yang hanya pantas dibicarakan empat mata dengan pimpinan. Biasanya dalam hal pembelian di suatu perusahaan ada unit khusus yang manangani, sehingga tidak akan menemui kesulitan. Setelah mereka mengetahui mengenai hal tersebut, mereka tidak akan mendesak untuk bertemu dengan pimpinan. Sebagai sekretaris perlu mengatur taktik dan strategi dalam melayani tamu beraneka ragam perilakunya.
Tamu yang ingin membeli barang biasanya banyak bertingkah. Mereka minta diperhatikan, diistimewakan, minta ingin dipertemukan dangan pimpinan dan sebagainya. Umumnya pembelian barang di tangani oleh bagian penjualan atau pemasaran. Untuk hal tersebut bawalah tamu kebagian pembelian. Jangan lupa, sebagai sekretaris perlu menawarkan minuman kepada tamu yang demikian.
d)Tamu aparat pemerintah
·         Yang bersifat kunjungan rutin        
Biasanya mereka tidak minta bertemu dengan pimpinan, karena sifat bekerja rutin kepada siapa mereka menghubunginya untuk mendapatkan informasi. Akan lebih baik bila sekretaris memberi laporan kepada pimpinan, mungkin oimpinan ingin bertemu untuk menanyakan sesuatu hal yang penting mengenai peraturan yang belum jelas. Mungkin sekedar bertemu dan bersalaman sebentar agar pejabat yang berkunjung merasa senang karena di perhatikan. Hal ini akan membawa dampak positif dikemudian hari, bila sewaktu-waktu ada kepentingan perusahaan.
·         Yang bersifat kunjungan khusus.
Biasanya pejabat atau aparat pemerintah yang datang ini dalam bentuk rombongan dengan protokol. Sifat kunjungan tersebut, mungkin berupa kunjungan resmi dalam rangka peninjauan. Bahkan kedatangan rombongan mereka atas dasar undangan perusahaan. Dalam hal ini pimpinan perusahaan mutlak harus menyambut sendiri. Bahkan harus sudah siap di pinti masuk dalam pakaian lengkap artinya pakaian formal yaitu jas lengkap, sebelum para tamu turun dari kendaraan. Sebagai sekretari wajib mengatur tata upacara penyambutan tamu agar segala sesuatu berjalan dengan lancar. Hidangan makanan kecil dan minuman bahkan kenang-kenangan atau cendera mata perlu dipersiapkan. Kenang-kenangan di berikan bukan hanya bagi pejabat yang datang, tetapi semua anggota rombongan perlu di beri .Selanjutnya bila tamu-tamu tersebut harus menginap maka sekretaris harus secepatnya pesan(booking) hotel. Untuk tamu-tamu khusus pesanlah hotel yang berbintang kelas satu supaya kalau sampai terjadi sesuatu di luar dungaan maka perusahaan tidak dapat disalahkan.
e) Tamu-tamu teman pimpinan
Bagaimanapun juga sekali-kali pimpinan akan didatangi oleh temanya atau kanalan baik. Mungkin tamu tersebut teman bisnis, relasi mungkin juga teman sekolah dulu.Dalam hal ini sekretaris harus cukup menegenal tamu-tamu tersebut. Meskipun mereka sudah cukup kenal baik denghan pimpinan tetapi sebagai sekretaris harus perlu bertanya dulu kepada pimpinan apakah tamu tersebut boleh menemui sekarang. Mungkin pimpinan sedang sibuk, sang tamu harus manunggu. Biasanya tamu yang demikian cukup baik dan sopan. Yang perlu diperhatikan adalah perilakunya yaitu akan menghambat tugas-tugas pimpinan ataukah sekedar kangen atau ada urusan bisnis penting.
Sekretaris merupakan penyaring para tamu yang akan bertemu dengan pimpinan. Bersikaplah ramah kepada semua tamu yang datang. Tugas sekretaris adalah sebagai penghubung para tamu yang datang. Tugas pelayanan penerima tamu bagi seorang sekretaris adalah untuk membantu pimpinan dalam menggunakan waktu secara efektif dan efisien.

BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
            Mempunyai etika menerima tamu dan bertamu sangatlah penting bagi seorang sekretaris,karena di dalam perusahaan maupun luar perusahaan dibutuhkan hal tersebut. Sekretaris bisa dikatakan “pintu masuk” perusahaan karena seketaris merupakan tolak ukur perusahaan tersebut. Dalam menerima tamu tentunya harus bersikap sopan dan selalu ramah. Begitu pun sebaliknya untuk bertamu tentunya juga mempunyai etika yang sangat kuat yang dimiliki oleh seorang sekretaris kantor dan perusahaan. Salah satu tugas sekretaris adalah mengatur pertemuan antara pimpinan dan tamu yang akan bertemu dengan pimpinan tugas ini di mulai dari membuat janji,konfirmasi hingga menerima kedatangan tamu di kantor. seorang sekretaris harus menghormati dan melayani dengan sepenuh hati agar para tamu merasa senang dan mempunyai kesan yang baik terhadap perusahaan karena seorang sekretaris membawa nama baik perusahaan dalam berhubungan dengan tamu perusahaan maupun klien. jadi seorang sekretaris harus mengetahui tata cara menerima tamu yang baik dan hal-hal apa saja yang harus di lakukan jika pimpinan tidak ada di tempat.
B.Saran
            Jika ingin menjadi sekretaris yang professional sebaiknya sekretaris bisa memanfaatkan ilmunya tentang etika menerima tamu dan bertamu, karena etika tersebut sangat dibutuhkan oleh sekretaris maupun kayawan perusahaan tersebut. Pekerja kantor sangat dinilai oleh rekan kerjanya maka dari itu bekerja di kantor harus bersikap rapid an jangan ceroboh.


DAFTAR PUSTAKA

Triwidodo,Titiek & Kristanto,Joko. 2004. Pengembangan Kepribadian  Sekretaris. Jakarta: PT Grasindo.
Rosidah & Sulistyani,Ambar Teguh. 2005. Menjadi Sekretaris Profesional dan Kantor yang Efektif. Yogyakarta: Gava Media.
Gemilang,Jingga. 2013. Jangan Jadi Sekretaris Sebelum Baca Buku Ini. Yogyakarta: Araska.
Rose, la. 2003. Top Secretary. Jakarta: Erlangga.
Badils. 2015. Sekretaris Profesional. Artikel diunduh dari  http://www.badils.com pada Senin,25 Mei 2015.
Dewi, Chusnuril Novita. 2013. Bagaimana Menjadi Sekretaris Profesional. Artikel diunduh dari http://chusnurilnovitadewi.blogspot.com pada Sabtu, 23 Mei 2015.